Cara take over rumah lengkap dengan syarat sertifikat rumah di KPR BTN, Bank Jatim, Bank Mandiri 2021

Take Over KPR, Apa Fungsinya?

Dengan harga properti yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, hampir semua orang memanfaatkan Kredit Pemilikan Rumah dalam membeli rumah. Saat ini pihak bank ada yang membedakan KPR untuk pembelian rumah pertama, rumah biasa atau untuk take over. Kenapa harus melakukan take over KPR? Saat membayar cicilan rumah setiap bulan pada sebuah bank, nasabah bisa saja menemukan produk KPR dari bank lain yang dirasa lebih menguntungkan bagi mereka. Bisa jadi alasannya adalah bunga take over kredit di bank yang lain lebih rendah, atau bank tersebut menawarkan benefit lainnya bagi nasabah. 

Beberapa alasan inilah yang membuat orang memanfaatkan layanan take over rumah. Dengan layanan ini, pinjaman dana KPR yang sedang berjalan di 1 bank bisa dipindahkan ke bank lainnya. Dengan kata lain, terjadi pengalihan kreditur. Jika KPR sudah dipindahkan, maka nasabah akan mengikuti peraturan di bank yang baru. Mulai dari bunga yang dibayarkan, jumlah angsuran, tenor, dan lain-lain. Info cara take over rumah lebih lanjut ada di bawah ini. 

Keunggulan Take Over KPR

Ada banyak alasan kenapa nasabah memutuskan untuk melakukan take over rumah. Yang jelas, nasabah mengambil keputusan ini karena dirasa akan lebih menguntungkan. Beberapa keuntungan yang bisa didapat dari take over rumah adalah bisa memperpanjang waktu cicilan atau tenor, sehingga nasabah bisa mencicil dengan lebih ringan. 

Nasabah bisa mengubah jenis KPR, misalnya dari KPR reguler ke KPR syariah. Nasabah juga bisa mendapatkan KPR yang bunganya fixed atau tetap, tidak lagi floating atau bertambah, dengan begitu nasabah bisa jauh lebih berhemat. Di bank lainnya juga nasabah dimungkinkan mendapat dana tambahan yang cukup besar, bahkan ada yang menawarkan pinjaman hingga 80% dari harga rumah saat ini. Itulah beberapa keunggulan program take over rumah yang bisa didapatkan nasabah. Terpikir untuk menggunakan layanan ini di tahun 2021? Ketahui dulu persyaratannya berikut ini. 

Persyaratan Take Over KPR Antar Bank

Untuk menggunakan layanan take over KPR, setiap bank memiliki syarat yang berbeda-beda. Namun pada umumnya syarat take over kredit antar bank adalah pemohon merupakan WNI yang bertempat tinggal di Indonesia, pemohon berusia minimal 21 tahun saat pendanaan diberikan dan maksimal usia pensiun untuk karyawan, sementara untuk wiraswasta dan profesional adalah 65 tahun. pemohon bekerja sebagai karyawan selama minimal 2 tahun. 

Wiraswasta memiliki pengalaman usaha minimal 3 tahun, profesional memiliki pengalaman praktik minimal 2 tahun. Pemohon untuk area Jabodetabek memiliki penghasilan bulanan di kisaran Rp 6 juta sampai Rp 8 juta. Namun tidak semua bank memiliki layanan ini. Beberapa bank yang bisa take over sertifikat rumah adalah BTN, Bank Mandiri, Bank Jatim, dan BNI. 

Take Over KPR di Bank yang Bisa Take Over Kredit

Take over sertifikat rumah ke Bank Mandiri prosesnya mudah dan cepat dengan suku bunga yang kompetitif, yaitu 13.25% per tahun. Sementara itu, take over KPR BTN menawarkan cicilan yang tetap dengan suku bunga mulai dari 8.88% sampai 9.49%. BTN juga menyediakan layanan untuk take over rumah subsidi. Sementara untuk biaya take over KPR BTN, sama dengan ke bank lainnya, pada umumnya nasabah harus menyediakan dana sebesar 7% dari KPR yang diberikan untuk biaya mengurus dokumen di bank yang baru. 

Cara Mengajukan Take Over KPR

Hal pertama yang harus dilakukan nasabah adalah mencari bank baru yang memberi keuntungan lebih sehingga nasabah bisa lebih ringan dalam mencicil. Kemudian nasabah mengajukan take over. Sebelum disetujui, pihak bank akan menganalisa kredit nasabah dan melakukan penghitungan kembali. Pada tahap ini, ada beberapa dokumen yang harus disiapkan nasabah. Pihak bank akan lebih mudah menyetujui nasabah yang memiliki riwayat kredit baik. 

Mengajukan take over KPR sebenarnya sama saja dengan mengajukan pinjaman yang sama sekali baru. Karena itu, pihak bank akan mengevaluasi ulang kondisi bangunan, apakah masih sama seperti semula atau sudah direnovasi, dan menilik nilainya sekarang.