Dongeng Anak

Kisah Hikmah Menggembala Kambing

Bersyukurnya kita menjadi pengikut Rasulullaj SAW karena setiap hal yang Beliau kerjakan pastinya mengandung hikmah. Termasuk Rasulullah SAW yang memiliki profesi sebagai Penggembala Kambing.

Mengapa harus Kambing, kenapa bukan sapi atau hewan ternak lainnya.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa Salam menggembalakan kambing penduduk Mekkah demi mendapatkan upah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya pada masa muda sebelum Beliau memulai usaha dagang dengan modal dari Khadijah dengan sistem bagi hasil pada usia 25 tahun.

Penggembalaan Kambing ini begitu sarat makna dimana dengan menggembala kambing akan dilatih untuk sabar dalam menyantuni dan mengayomi. Karena ketika kambing dalam jumlah banyak lantas terpisah, maka harus ada kemampuan untuk mengatur kambing-kambing tersebut karena ada yang sifatnya taat dan ada yang membangkang. Maka ada pengalaman mengatur orang yang punya tabiat yang berbeda. Demikian pula disebut oleh Ibnu Hajar dalam Fath Al-Bari, 4:441.

Menunjukkan sifat tawadhu dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Sesungguhnya tabiat pengembala kambing adalah pelayan bagi kambing gembalaannya. Mengontrol, menjaga, memperhatikan anak-anak kambing gembalaannya. Begitu juga dalam menggembala umat.

Bersyukurlah kita sebagai pengikut Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, karena profesi yang diajarkan oleh Beliau, tak hannya memiliki hikmah untuk keseharian kita. Tapi profesi-profesi itu merupakan rujukan bagi kita untuk mempersiapkan menghadapi akhir zaman.

Banyak jenis pekerjaan yang bisa kita lakukan yang memiliki dasar yang kuat di Al-Qur’an ataupun di Hadits untuk bekal akhir zaman ini. Kaidah yang disebutkan di Al-Qur’an ataupun Hadits adalah benar ketika diturunkan, benar saat ini, dan akan tetap benar sampai akhir zaman.

Termasuk menanam benih dan menggembala kambing ini. Menggembala kambing menjadi salah satu profesi yang perlu dilakukan ketika kita dianjurkan untuk Beruzlah. Sebagaimana Imám Nawawi dalam kitabnya yang sangat mashur, Riyadhus Shalihin.

Anjuran Beruzlah atau menyendiri ketika moral manusia sudah tidak tepat, tidak ingin terjerumus para kehidupan social yang harám dan subhat. Maka Beruzlah dan jadikan menggembala kambing sebagai profesi untuk menghidupi keluarga.

Tiga Hadist Sahih, yang menunjukkan anjuran menggembala kambing adalah :

 

Dari Abu Hurairah R.A. dari Nabi SAW, dia bersabda : “Setiap Nabi yang diutus oleh Allah adalah menggembala kambing”. Sahabat-sahabat beliau bertanya : “Begitu juga engkau ?” ; Rasulullah bersabda : “Ya, aku menggembalanya dengan upah beberapa qirath penduduk Mekah”. (H.R. Bukhari)

 

Dari Abu Said berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Hampir saja harta muslim yang terbaik adalah kambing yang digembala di puncak gunung dan tempat jatuhnya hujan. Dengan membawa agamanya dia lari dari beberapa fitnah (kemungkaran atau peperangan sesama muslim)”. (H.R. Bukhari)

 

Dari Abu Hurairah R.A. dari Rasulullah SAW, beliau bersabda : “Termasuk penghidupan manusia yang terbaik, adalah seorang laki-laki yang memegang kendali kudanya di jalan Allah. Dia terbang diatasnya (dia menaikinya dengan jalan yang cepat). Setiap mendengar panggilan perang dia terbang diatasnya dengan bersemangat untuk mencari kematian dengan jalan terbunuh (dalam keadaan syahid) atau mati biasa.  Atau seorang laki-laki yang menggembala kambing di puncak gunung dari atas gunung ini atau lembah dari beberapa lembah. Dia mendirikan sholat, memberikan zakat dan menyembah kepada Tuhannya hingga kematian datang kepadanya. Dia tidak mengganggu kepada manusia, dan hanya berbuat baik kepada mereka.” (H.R. Muslim).

Jadi menggembala kambing, selain mengajarkan kita memiliki perilaku yang baik , juga menjadi bekal kita sebagai alternatif mata pencaharian kita untuk berbekal diri saat Beruzlah menjauhi kehidupan social yang semakin kurang baik. Kambing secara profit merupakan ternak yang mudah perawatannya dan menghasilkan anak yang cukup banyak dalam rentan waktu yang tidak lama. Dalam setahun kambing dapat melahirkan hingga dua anak. Sehingga nantinya akan menghasilkan peternakan kambing dengan produksi yang berkali-kali lipat dari setiap anakan yang lahir.

Mari belajar menggembala kambing, dengan memiliki kambingnya terlebih dahulu.

Meski misalnya peternakan kambing kita di kelolakan oleh orang lain, tapi PASTI wawasan kita tentang kambing ini jugar ikut bertambah. Dan wawasan itulah yanh menjadi bekal kita.

#30DEM
#30dayemakmendongeng
#day12
#kambing
#peternakankambing
#hikmahmenggembalakambing
#arrayyanagency
#pejuangpropertysyariah
#investasisyariah
#propertisyariahmakassar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.