Dongeng Anak

Kisah 30 Hari Mama Berkisah dan Fathu Mekah

mama berkisah

Kami berkumpul kembali, seperti biasanya. Sebelum anak-anak ini tertidur dan memasuki waktu alam bawah sadar mereka, mama akan mulai berkisah. Kondisi sebelum mereka tertidur (sekitar 1 jam sebelumnya) adalah gelombang alpha (gelombang bawah sadar), adalah waktu terbaik untuk mengajarkan karakter dan akhlak-akhlak yang baik kepada anak-anak. Caranya adalah dengan berkisah tentang Rasulullah dan para Sahabat Rasulullah SAW, karena inilah role model yang paling dahsyat bagi anak-anak. Waktunya tidak lama, minimal sekitar 10 menit. Kisah-kisah ini akan masuk ke dalam pikiran mereka dan akan terus terbawa hingga setelah bangun.

“Kakak Rayyan, suka dengar Mama berkisah ya?” kataku memulai kisah malam itu. “Sukaaaaaaa…..”, dijawab lantang oleh Adek Dzikran. Mama takjub melihat semangat adek. “Sukaaaa, juga Mama” Kakak Rayyan tidak mau kalah . “Nah, sekarang kisah kita sudah masuk ke hari 30” “Wahhhh banyak ya kisahnya, ada tentang Kejujuran, sayang Mama Papa, mengenal Rasullah SAW, berkisah tentang kambing, mengenal pohon kurma dan banyak lagi” Mama mulai mengevaluasi. “Kakak Rayyan, suka tentang Kisah Uwais Al Qorni, Dia menggendong mamanya keliling Ka’bah 7 kali loh, wahh kuat yah Mama. Badannya berotot” kata Kakak Rayyan sambil menunjukkan otot tangannya. “Kalo Kakak Rayyan, mau gendong Mama sama Papa tidak ke Ka’bah?” Tanya Mama, “Mau dong, Kakak tapi mau nya gendong Papa” sambil tertawa, disambung oleh Adik Dzikran, “Kalau saya mau gendong Mama”.

Riuh rendah tawa mereka, Mama terharu sangat dalam. 30 Hari Kami berkisah, lalu apakah anak-anak ini lantas akan menjadikan mereka untuk menyandang status anak yang hebat dan sangat teladan diantara anak-anak lain?
Tidak…. Tujuan Mama bukan itu, itu hanyalah Bab Pendahulu, karena tujuan dari kisah-kisah ini dan diceritakan
kembali kepada mereka hanya untuk menanamkan rasa Malu dalam diri mereka, rasa semakin rendah dirinya mereka dihadapan Rabbnya. Bahwa kisah perjuangan Rasulullah dan Sahabat sangat jauhlah lebih besar dan susah payah. Sehingga mereka dengan menjadi anak yang santun tidaklah menjadikan mereka anak hebat dan lebih baik dari anak-anak lain. Tapi menjadikan mereka senantiasa lebih bersyukur dengan keadaan mereka dan saling kasih sayang diantara teman-temannya. Mereka hanya hamba ALLAH yang harus senantiasa merendah diri.

Kisah penakluk kota Mekah

Seperti Kisah Fathu Mekah, penaklukan Mekah. “Kakak Rayyan dan Adik Dzikran, Mama punya kisah lagi tentang Rasulullah SAW, saat Beliau menaklukkan kota Mekah”

“Mau dengar kisahnya?” Kata Mama Mauuuuu. Mauuuuu…?”jawab mereka bersamaan.
Fathu Mekah Rasulullah SAW yang dulunya tinggal di kota Mekah dan harus berhijrah ke Yatsrib (Madinah) karena sangat tidak disenangi oleh Penduduk Quraisy. Rasulullah SAW yang sejak kecil telah menjadi yatim piatu dan saat diangkat menjadi Rasul, malah sering dihina, di lempar, di berikan duri di jalan yang dilaluinya. Bahkan sejak kecil, Beliau sudah ingin dilukai oleh orang-orang yang telah mengetahui tanda- tanda kenabian Beliau.

Rasulullah SAW yang harus diasingkan dan bertahan di Syi’ib Abu Thalib saat melakukan dakwah terang- terang terangan. Bertahun-tahun Beliau dan pegikutnya tidak bisa membeli bahan makanan di kota Mekah , karena mereka dilarang melakukan jual beli. Sehingga Beliau dan pengikutnya serta anak-anak dipengasingan harus menahan lapar , bahkan mengganjal perut dengan batu agar tidak sakit dan tetap bertahan disana dengan penuh ketabahan dan perjuangan. Demi untuk menyampaikan Agama ALLAH SWT.

Rasulullah SAW yang lalu menempuh perjalanan panjang dan melelahkan untuk hijrah ke Yatsrib ditemani Sahabat Abu Bakar Assidiq RA dengan cara sembunyi-sembunyi dan hampir terbunuh oleh Pemuka pemuka Quraisy.
Dan saat itu adalah tahun ke 8 Hijriah. Beliau kembali datang ke Mekah dengan membawa 10.000 pasukan muslim. Seorang anak yatim piatu yang sering dihina dan didzalimi, kini membawa pengikutnya untuk menaklukkan Kota Mekah yang lalu dikenal dengan Fathu Mekah.

Penduduk Quraisy yang begitu terkejut dan ketakutan melihat pasukan muslim yang sangat besar itu, dan tidak lagi mampu memberi perlawanan kecuali menyerah. Rasulullah SAW membagi pasukannya untuk memasuki kota Mekah dari tiga jurusan. Sayap Kanan dipimpin oleh Khalid bin Walid RA, sayap kiri dipimpin oleh Zubair bin Awwam RA, sedang Rasulullah SAW memimpin pasukan dari dataran tinggi Kida.

Saad Bin Ubadah

Sa’ad bin Ubadah lalu lerseru “ Hari ini adalah hari menjatuhkan kota Mekah, Hari ini dibolehkan melakukan segala hal yang dilarang di Ka’bah. Akan tetapi, Rasulullah SAW meembantah perkataan ini . “ Hari ini adalah hari Kasih sayang, pada hari ini, ALLAH SWT mengagungkan Ka’bah” Rasulullah SAW berulang-ulang membaca Surah Al Fath dengan suara yang sangat merdu. Dengan kekuatan pasukan muslim sebesar itu, dan perjuangan tanpa letih selama bertahun-tahun tidak lantas membuat Rasulullah SAW menjadi sombong dengan keberhasilannya. Beliau memasuki Mekah tidak dengan mengangkat wajah seperti seorang penakluk. Namun, justru Rasulullah SAW menundukkan kepala tanda syukur kepada ALLAH SWT.

Beliau menunjuk dengan busur kearah 360 buah berhala disekeliling Ka’bah sambil membacakan ayat Al Qur’an, “Dan katakanlah. Yang benar telah datang dan yang bathil telah lenyap. Sesungguhnya yang bathil adalah sesuatu yang pasti lenyap.” (Q.S. Al Isra’, 17:81) Maka berhala pun dirobohkan semuanya dan Rasulullah SAW masuk kedalam Ka’bah dan bertakbir dike-empat sudutnya.

Rasulullah SAW bertanya kepada Kaum Quraisy. “ Wahai Kaum Quraisy, menurut pendapat kalian, tindakan apakah yang hendak kuambil terhadap kalian?” Orang-orang Quraisy menjawab , “Tentu yang baik-baik wahai Saudara yang mulia dan putra Saudara yang mulia.”

Rasulullah SAW yang pemaaf

Adakah seorang yang lebih mulia dari Rasulullah SAW? Rasulullah SAW yang begitu mulia yang mampu memberi maaf kepada orang-orang Quraisy. Padahal kaum ini lah yang paling nyata tidak menyenangi Rasulullah SAW. Mereka menghina, memfitnah, mencaci maki, melukai, memboikot , mengusir dan memerangi Rasulullah SAW dan pengikutnya . Tetapi ketika Rasulullah SAW memiliki kekuatan membalas segala kedzaliman mereka, Rasulullah malah bersabda, “ Kamu semua BEBAS”. Kami menutup kisah malam ini dengan penuh rasa haru dan teruntai doa
“Begitu mulianya Rasul-Mu Ya Rabb.

Baca juga : Menumbuhkan surga di Negeri Sendiri

Mohon pertemukan kami sekeluarga ini dengan Beliau Rasulullah SAW di Jannah-Mu kelak, begitu dekatnya yang kami rasakan dengan Rasulullah SAW, meski belum pernah kami jumpa. Mohon Ridho-Mu , Ya Rabb. Bersamakanlah kami, pertemukan lah kami dengan Rasulullah SAW agar tersampai rasa Syukur dan shalawat kami kepada Beliau secara langsung” Anak-anak mulai larut dalam tidurnya, memasuki gelombang Beta. Hanya dengan berkisah Mama bisa sampaikan. Karena Mama juga ikut belajar dengan kalian, anak-anakku. 30 hari berkisah , menanamkan akhlak dan ilmu bukan untuk menjadi hebat. Tapi semata-mata hanya untuk bersyukur karena ALLAH telah Meridhoi kita untuk berilmu.

*) Kisah lengkap Fathu Mekah dapat dibaca dalam Buku Mute “Muhammad Teladanku”

#30DEM
#30dayemakmendongeng
#day30
#muhammadteladanku
#mute
#sirahnabawiyah
#kidsprenuer
#arrayyanagency
#pejuangpropertisyariah