Dongeng Anak

Kisah Abdurrahman bin Auf RA, Ayo Berdagang

Abdurrahman bin Auf RA adalah salah seorang sahabat Rasulullah SAW yang sangat dermawan. Beliau termasuk dalam golongan as-sabiqunal awwalun (orang yang pertama masuk islam), tepatnya dua hari setelah sahabat Abu Bakar. Beliau lahir sepuluh tahun setelah tahun gajah dan meninggal pada usia 72 tahun.

Adik-adik sosok Abdurrahman bin Auf RA sangat perlu diteladani dan dicontoh. Beliau memiliki akhlak yang sangat luar biasa dan telah dikenal memilki pribadi yang memiliki tata krama dan moral yang baik, bahkan sebelum Beliau menjadi muslim. Abdurrahman bin Auf RA, dalam berinteraksi dengan siapapun selalu mengedepankan kesantunan.

Pada awal hijrah ke Madinah, Beliau tidak membawa apapun selain yang melekat di badan. Di Madinah, Beliau dipersaudarakan dengan Sa’ad bin Rabi, seorang dari golongan Anshar yang cukup kaya. Sa’ad pun berkata kepada Abdurrahman. “Silahkan ambil separuh hartaku untukmu.” Namun, jawaban Abdurrahman: “Terima Kasih, Semoga Allah memberkahi hartamu, tunjukkan saja padaku di mana letak pasar!” Pilihan inilah yang menjadi awal dari keberhasilan Abdurrahman bin Auf menjadi pengusaha kaya raya di Madinah. Beliau selalu berusaha menciptakan peluang.

Persaudaraan yang saling tolong menolong  dan kecakapan dalam menyusun strategi pasar. mengantarkan Abdurrahman bin Auf menuju kesuksesan dalam berdagang.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,: “…. barangsiapa yang memberikan kemudahan (membantu) kepada orang yang kesusahan, niscaya Allah akan membantu memudahkan urusannya di dunia dan di akhirat. Dan barangsiapa yang menutup aib orang muslim , niscaya Allah akan menutup aibnya dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah akan selalu menolong seorang hamba selama dia gemar menolong saudaranya. (HR. Muslim)

Abdurrahman bin Auf tidak pernah ragu dalam menginfaqkan hartanya. Pernah suatu ketika Beliau sedang menyemangati kaum muslimin untuk berinfaq di jalan Allah, Abdurrahman bin Auf menyumbang separuh hartanya yang senilai 2000 Dinar atau sekitar Rp 2.4 Milyar nilai uang saat ini (saat itu beliau ‘belum kaya’ dan hartanya baru 4000 Dinar atau Rp 4.8 Milyar). Atas sedekah ini beliau didoakan khusus oleh Rasulullah SAW yang berbunyi, “Semoga Allah melimpahkan berkahNya kepadamu, terhadap harta yang kamu berikan. Dan Semoga Allah memberkati juga harta yang kamu tinggalkan untuk keluarga kamu.” Do’a ini kemudian benar-benar terbukti dengan kesuksesan demi kesuksesan Abdurrahman bin Auf berikutnya.

Rasulullah SAW pernah bertanya pada Abdurrahman bin Auf, “Apakah kamu meninggalkan uang belanja untuk keluargamu?

“Ya!” jawab Abdurrahman, “Mereka saya tinggali lebih banyak dan lebih baik dari yang saya sumbangkan.”

Berapa?” tanya Rasulullah SAW.

“Sebanyak rizki, kebaikan, dan pahala yang dijanjikan Allah,” jawabnya

Beliau tidak pernah ragu, keluarganya akan kekurangan akibat harta yang begitu besar digunakan untuk berinfaq.

Abdurrahman bin Auf senang bersilaturrahim dengan siapapun. Karena silaturahim akan menjadi jembatan untuk terbukanya pintu-pintu rezeki  ALLAH. Kejujuran dan sabar juga menjadi modal utama bagi Abdurrahman bin Auf dalam berdagang.

Abdurrahman bin Auf sangat cerdas dalam mengatur strategi berdagang, seperti :

1.               Jual Unta Harga Pokok

Beliau menggunakan strategi jualan pada harga pokok. Ya, unta-unta beliau dijual pada harga pokok, yang artinya beliau tidak untung sama sekali. Sehingga banyank orang yang membeli untanya. Keuntungan Beliau didapatkan dari menjual “Tali Pengikat Unta” yang beraneka ragam dan warna. Yang tentunya setiap yang membeli unta juga akan membeli Tali pengikatnya

2.                Syukur Walau Untung Sedikit

“Aku tidak pernah menolak keuntungan walaupun sedikit.”

3.               Jangan Kecewakan Pelanggan

“Aku tidak pernah melambatkan penjualan barangan daripada yang meminta.”

4.               Bayar Cash

“Aku tidak menjual secara tangguhan tempo bayaran.”

Betapa luar biasa adik-adik nantinya jika memilih profesi sebagai pedagang (entepreneur). Profesi Rasulullah SAW dan para Sahabat Rasul ini akan menanamkan banyak manfaat bagi yang menjalankan sesuai syariat. Dengan berdagang, Adik-adik akan semakin luas jaring silaturahimnya, semakin baik dalam cara berbahasa dan bersikap serta tentunya akan memiliki kesempatan untuk berinfaq lebih besar dijalan ALLAH.

#30DEM

#30dayemakmendongeng

#day19

#kidsprenuer

#arrayyanagency

#pejuangpropertisyariah