Dongeng Anak

Kisah Hafidz Hafidzah

Dr Kamil El Leboudy bin as Sayyid Muhammad Ridho El Leboudy atau lebih dikenal dengan nama Syeikh Kamil adalah penemu metode Tabarak dalam mengajarkan Al Qur’an.

Istri Beliau Dr. Rasha binti Abdul Mun’im Al Jayyar juga sosok yang luar biasa. Seorang Hafidzah Al Qur’an, aktif mengajar Al Qur’an yang juga seorang apoteker sekaligus general supervisor di Lembaga Nurul Qulub Mesir.

Betapa bahagianya sepasang orang tua ini, ketiga anak nya yaitu Tabarak bin Kamil El Leboudy, Yazid Tamamuddin bin Kamil El Leboudy dan Zeina binti Kamil el Leboudy adalah Hafidz Hafidzah.

Tabarak dan Yazid adalah hafidz termuda di dunia usia 4,5 tahun. Sebuah Perjuangan yang tentunya tidak instan untuk menjadikan anak-anaknya sebagai penghapal Al Qur’an.

Syeikh Kamil bergerak dalam bidang sosial dan dakwah serta menjadi trainer di level international. Beliau sangat aktif menebarkan dan mengajarkan metode Tabarak ini ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Saat ini di Indonesia, telah bermunculan calon calon Hafidz Hafidzah usia balita dan tersebar diseluruh Indonesia dengan menggunakan metode Tabarak ini.

Mengapa adik-adik perlu untuk menghafal Al Qur’an?

Sudahkah kita tahu janji Allah Swt terhadap mereka penghafal atau Hafidz Hafidzah?

Seperti dilansir alquran-syaamil, berikut ini, janji Allah Swt untuk para penghafal al-Qur’an.

1. Allah akan memberikan kepada hafidz di akhirat; mahkota kehormatan.

Sesuai dengan yang terdapat di dalam sebuah hadits, dari Abu Hurairah ra, ia berkata, “Baginda bersabda, orang yang hafal Alquran kelak akan datang dan Alquran akan berkata:

“Wahai Tuhan, pakaikanlah dia dengan pakaian yang baik lagi baru.”Maka orang tersebut diberi mahkota kehormatan.

Alquran berkata lagi: “Wahai Tuhan tambahkanlah pakaiannya.” Kemudian orang itu diberi pakaian kehormatannya. Alquran berkata lagi: “Wahai Tuhan, ridhailah dia.” Maka kepadanya dikatakan, “Baca dan naiklah.” Dan untuk setiap ayat, ia diberi tambahan satu kebajikan.” (HR. At Tirmidzi).

2. Akan dikumpulkan bersama malaikat yang mulia lagi taat.

“Dan perumpamaan orang yang membaca Quran sedangkan ia hafal ayat-ayatNya bersama para malaikat yang mulia dan taat.” (Muttafaqun ‘alaih).

3. Para hafiz pun akan ditinggikan derajatnya saat berada di surga.

Sesuai dengan sebuah hadits yang bunyinya, dari Abdillah bin Amri bin ‘Ash dari nabi Saw. Beliau bersabda, “Akan dikatakan kepada shahib quran, “Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau mentartilkan Al Quran di dunia sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca.” (HR Abu Daud dan At-Tirmidzi).

4. Para hafidz quran akan mendapatkan pertolongan (syafaat) hadits-nya, dari Abi Umamah ra, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW berkata, “Bacalah Quran, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafaat pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafal).” (HR. Muslim).

Anak yang mendapat syafaat, bisa membela atau menolong terutama kepada kedua orangtuanya di hari kemudian.

Hadis lain, dikatakan, anak penghafal Al-Qur’an bisa membela 70 anggota keluarganya di akhirat kelak.

Makna Syafaat menurut istilah, adalah penengah (perantara) bagi yang lain dengan mendatangkan suatu kemanfaatan atau menolak mudharat bagi orang lain.

5. Tak saja bagi hafidz itu sendiri, orangtua para penghafal alquran pun akan mendapatkan pertolongan.

Dalam hadits disebutkan, dari Buraidah Al Aslami RA, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah Saw. bersabda “Siapa yang membaca Alquran, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini? Dijawab “Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Alquran”. (HR. Al Hakim).

6. Menghafal Alquran berfaedah bagi setiap penghafal dalam urusan perniagaan mereka.

Dalam Alquran dijelaskan, “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan sholat dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS Faathir : 29-30).

Fadhilah menghafal Al Qur’an memang sangat luar biasa. Metode Tabarak, sebuah metode praktis dan teruji selayaknya bisa menjadi suatu jalan bagi adik-adik untuk menjadi seorang Hafidz Hafidzah.

Ada tujuh langkah menghapal Al Qur’an yang Ayah Ibu adik-adik bisa lakukan :
1. Berniat ikhlas mencari ridho Allah
2. Berdoa pada waktu-waktu mustajab yang dianjurkan Rasulullah SAW
3. Menentukan waktu khusus untuk murojaah bersama Ayah Ibu.
Dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan dan minuman sunnah speeti kurma, madu dan susu khususnya susu Kambing.
4. Menyiapkan kotak hadiah yang menarik bertuliskan : “Hadiah-hadiah Al Qur’an”. Hadiah ditempatkan di tempat yang tinggi dan mudah terlihat. Hal ini untuk menumbuhkan semangat menghapal adik-adik. Bahwa dengan menghafal Al Qur’an hadiah-hadiah dari Allah akan selalu mendekat
5. Menghapal di tempat-tempat yang tenang dan jauh dari gangguan. Sambil mendengarkan murottal yang dianjurkan beberapa Syeikh : Syeikh Al Husory, Syeikh Al Minsyawy, Syeikh Muhammad Ayyub, dan Syeikh Al Hudzaifi. Dilakukan berulang-ulang minimal 20 kali dalam sehari sesuai target hafalan.
6. Memulai hafalan dari Surah An Naba. Dan targer hafalan bertambah setiap minggunya
7. Memberikan hadiah ketika telah sempurna hafalannya.

7 langkah sederhana, namun butuh konsistensi dari Ayah Ibu.

Yuk ajak Ayah Ibu adik adik untuk menerapkan tujuh langkah menghafal Al Qur’an diatas.

Bukan kah kita sayang kepada Ayah Ibu?
Tentu betapa indah jika kita dapat memasangkan mahkota dan jubah kepada Ayah Ibu kita dan bersama berkumpul di surga.

Source : YIKTI

#30DEM
#30dayemakmendongeng
#day11
#hafidz
#hafidzah
#Arrayyanagency
#pejuangpropertisyariah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.