Dongeng Anak

Kisah Khalid bin Walid, Pedang ALLAH

khalid bin walid

Adik-adik, menjadi pemberani bukan berarti untuk menjadikan diri sombong atau merasa hebat melebihi orang lain. Tapi menjadi pemberani agar kita selalu punya semangat untuk berani melakukan hal-hal yang disenangi Allah seperti : menjaga saudara atau teman, berangkat ke mesjid sendiri, berani ke Dokter Gigi untuk perawatan gigi, saat mati lampu dan lain sebagainya

Sahabat yang pemberani

Ada kisah Sahabat Rasulullah SAW yang sangat pemberani. Beliau bernama Khalid bin Walid bin Al-Mugiroh Al-Qurasy Al-Makhzumy Al-Makky, anak saudari ummul mukminin Maimunah binti Al-Harits radhiallahu ‘anhu. Beliau mendapat julukan “Pedang ALLAH”. Seorang Ksatria yang sangat terkenal dan disegani di medan perang. Salah satu dari Ksatria yang selalu menang disepanjang karirnya.

Khalid bin Walid RA sebelumya  Ksatria kaum kafir Quraisy yang terkenal dengan pasukan besarnya. Pada saat Perang Uhud, dimana masa itu Kaum Muslimin mengalami kekalahan.  Khalid bin Walid RA yang bisa melihat celah kelemahan pasukan Muslimin saat menggebu-gebu mengambil rampasan perang dan turun dari Bukit Uhud, sehingga Kaum Muslimin yang diawal perang sudah menang lalu berbalik arah dikalahkan oleh kaum kafir Quraisy.

Rasulullah SAW sangat bahagia, saat . Khalid bin Walid RA memutuskan untuk masuk Islam. Karena Khalid bin Walid RA ini adalah seorang Ksatria yang tentunya akan sangat membantu perjuangan Kaum Muslimin.

Panglima tangguh tanpa rasa takut

Dalam banyak kesempatan Khalid Khalid bin Walid RA diangkat menjadi panglima perang dan menunjukkan hasil kemenangan yang gemilang pada setiap medan.

Pada masa pemerintahan Abu Bakar ash-Shiddiq RA, Khalid bin Walid  RA ditunjuk menjadi panglima pasukan Islam sebanyak 46.000, menghadapi tentara Byzantium dengan jumlah pasukan 240.000. Khalid bin Walid  RA sama sekali tidak menunjukkan rasa gentar menghadapi kondisi itu. Beliau hanya khawatir akan merasa sombong karena diangkat menjadi Panglima dalam perang tersebut , yang dikenal dengan Perang Yarmuk

Dalam Perang Yarmuk jumlah pasukan Islam tidak seimbang dengan pihak lawan yang jauh lebih banyak. Ditambah lagi, pasukan Islam yang dipimpin Khalid bin Walid  RA tanpa perlengkapan perang yang lengkap, tidak terlatih dan berpengalaman. Kondisi pasukan yang berbeda dengan pasukan Romawi yang dilengkapi perlengkapan, terlatih dan jumlahnya lebih banyak.

Namun, bukanlah Khalid bin Walid  RA jika tidak mempunyai strategi yang cerdas, Beliau lalu  membagi pasukan Islam menjadi 40 kontingen dari 46.000 pasukan Islam untuk memberi kesan seolah-olah pasukan Islam terkesan lebih besar dari lawan.

Taktik dan Strategi Jitu Kunci Kemenangan Khalid Bin Walid

Strategi Khalid bin Walid  RA ternyata sangat ampuh. Saat itu, taktik yang digunakan oleh Romawi terutama di Arab utara dan selatan ialah dengan membagi tentaranya menjadi lima bagian; depan, belakang, kanan, kiri dan tengah. Raja Heraklius telah mengikat tentaranya dengan besi antara satu sama lain agar mereka jangan sampai lari dari peperangan.

Kegigihan Khalid bin Walid dalam memimpin pasukannya memberikan hasil yang membuat hampir semua orang terkesima. Pasukan Islam yang jumlahnya jauh lebih sedikit itu berhasil memukul mundur tentara Romawi dan menaklukkan wilayahnya.

Perang Yarmuk hanya satu dari, perang besar yang dipimpin oleh Khalid bin Walid RA dan dimenangkan oleh Beliau bersama pasukan muslimin. Perang-perang lainnya seperti perang Riddah (perang melawan orang-orang murtad), Perang di Irak dll, juga menjadi saksi jiwa Ksatria Khalid bin Walid  RA

Ada kisah yang menarik dari Khalid bin Walid RA. Beliau meski  sempurna di bidangnya; ahli strategi, ahli dalam berkuda, dan kharismatik. Beliau juga tidak sombong dan lapang dada walaupun berada dalam puncak popularitas.

Hal ini ditunjukkannya saat Khalifah Umar bin Khattab melepaskan jabatan sementara kepemimpinan Khalid bin Walid RA tanpa ada kesalahan apa pun. Hal ini, karena Khalifah Umar bin Khathab sangat menyayangi Saudaranya Khalid bin Walid RA. Khalifah Umar bin Khathab ingin menjaga Beliau dari rasa sombong yang mungkin bisa muncul di hati Khalid bin Walid RA.

Baca juga : Ilmuan Islam Penemu Pesawat Terbang

Menariknya, meski sudah tidak sebagai Panglima, Beliau menuntaskan tugasnya dengan begitu sempurna. Setelah sukses, kepemimpinan pun ia serahkan kepada penggantinya, Abu Ubaidah bin Jarrah.

Khalid bin Walid RA tidak mempunyai obsesi dengan popularitasnya. Beliau tidak menjadikan popularitas sebagai tujuan. Malah Belian beranggapan bahwa semua yang dilakukannya  sebagai sebuah perjuangan dan semata-mata mengharapkan ridha ALLAH SWT. Itulah yang ia katakan menanggapi pergantiannya, “Saya berjuang untuk kejayaan Islam. Bukan karena Sahabatku Umar!”

Pemimpin yang dihormati dan prajurit yang tangguh

Khalid bin Walid RA senantiasa berupaya berjuang semaksimal mungkin disetiap medan, baik ketika menjadi Panglima meskipun  saat menjadi prajurit biasa. Inilah nilai ikhlas yang ingin dipegang seorang sahabat Rasulullah seperti Khalid bin Walid RA.

Khalid bin Walid pun akhirnya dipanggil oleh Sang Khaliq. Umar bin Khathab menangis. Bukan karena menyesal telah mengganti Khalid. Tapi ia sedih karena tidak sempat mengembalikan jabatan Khalid sebelum akhirnya “Si Pedang Allah” menempati posisi khusus di sisi ALLAH SWT.

Nah Adik-adik, menjadi Pemberani bukan untuk menjadi hebat di mata Ayah, Ibu , saudara ataupun teman-teman. Tapi menjadi Pemberani untuk menjadikan Adik-adik memilki kekuatan untuk senantiasa berikhtihar mencari Ridha ALLAH SWT.

#30DEM

#30dayemakmendongeng

#day24

#anakberani

#kisahanakmuslim

#arrayyanagency

#pejuangpropertisyariah