Dongeng Anak

Kisah Pelari Tangguh

Tahukah adik adik selain Rasulullah SAW disibukkan dengan tugas besar menyampaikan risalah dan peperangan-peperangan Islam lainnya. Rasulullah SAW pun sangat senang bermain , baik dengan anak-anak disekitarnya, keluarga Beliau dan para Sahabat.

Ada beberapa jenis permainan yang direkomendasikan Rasulullah SAW, untuk semua umat Islam khususnya dan manusia dunia umumnya.
Permainan ini sangat penting dan berguna untuk kebugaran dan kesehatan tubuh.

Permainan itu adalah balap unta, balap kuda, balap lari, memanah, olahraga gulat, bermain anggar atau perang-perangan.

Khusus balap kuda, Rasulullah SAW mempunyai kuda yang pernah ikut dalam lomba. Sedangkan untuk balap lari, Nabi SAW sering lomba lari dengan istrinya Aisyah.

Dari Salmah bin A1 Akwa’ berkata, “Ketika kami sedang berjalan, kami menjumpai seorang laki-laki dari kaum Anshar yang belum pernah kalah dalam perlombaan lari, sehingga membuat dia berkata, “Maukah kamu berlomba lari sampai ke Madinah? Adakah di antara kalian yang menjadi pelari? Saya berkata, Apakah akan membuatmu lebih mulia? Dia berkata, “Tidak, melainkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya. Saya berkata: Wahai Rasulullah demi bapak dan ibumu, bolehkah saya berlomba dengan laki-laki ini, maka Rasulullah menjawab, jika kamu menginginkannya. Maka saya berlomba dengannya sampai ke Madinah. (Hadits riwayat Muslim)

‘Aisyah mengatakan, “Rasulullah bertanding dengan saya, dan saya menang. Kemudian saya berhenti, sehingga ketika badan saya menjadi gemuk, Rasulullah bertanding lagi dengan saya dan ia menang, kemudian ia bersabda, “Kemenangan ini untuk kemenangan itu.” (Hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud)

Semua yang dilakukan Rasulullah SAW , tentunya sarat akan hikmah. Khususnya berlari, dengan semakin tidak luasnya daerah pemukiman diperkotaan saat ini, ruang gerak adik-adik pun semakin terbatasi. Padahal dulunya hal yang sangat biasa melihat kerumunan anak-anak berlarian disekitar kita.

Mari hidupkan lagi permainan berlomba lari ini. Permainan yang tidak menggunakan alat apapun. Bahkan bisa dengan tanpa alas kaki.
Permainan yang hanya butuh mengumpulkan beberapa teman lalu berlari sekencang-kencangnya.

Sebuah permainan yang berisi hikmah untuk menguatkan fisik adik-adik dan menguatkan bounding dengan teman-teman.

Cukup sedih, karena perkembangan teknologi malah lebih cenderung membuat adik-adik lebih banyak duduk dan menyendiri. Lebih banyak  yang tak lagi berkomunikasi dua arah dengan temannya.

Sehingga yang adik-adik latih hanyalah jempol dan membuat adik-adik hanya semakin lemah secara fisik.

Bukankah akhir zaman sudah semakin dekat? Bukankah pada masa itu, kita semua akan kembali ke masa konvensional dimana tak ada lagi teknologi yang bisa digunakan dan kita hanya bisa mengandalkan kemampuan fisik kita.  Sekuat apa adik-adik menghadapi masa itu dengan fisik yang tidak kuat karena tidak terlatih.

Dengan berlari adik-adik dapat puas tertawa lepas, berteriak dan  saling bercerita bersama teman, bahkan bisa menambah banyak teman. Dan tentunya adik-adik pun semakin kuat untuk memulai permainan baru lainnya.

Mari adik-adik ajak Ayah, Ibu, Adik dan tetangga untuk mulai berlomba lari hari ini. Bukankah kita bisa berbahagia dan menjadi lebih Disayang ALLAH jika dalam hal bermain pun, kita mengikuti cara yang telah diajarkan Rasulullah SAW.

#30DEM
#30dayemakmendongeng
#day14
#run
#bermain
#arrayyanaency
#pejuangpropertisyariah