Dongeng Anak

Kisah Utsman bin Affan Membeli Sumur

Sumur Raumah merupakan salah satu peninggalan sejarah masa Khalifah Utsman bin Affan RA. Sumber air ini berada tepat di sebelah Masjid Qiblatain, Madinah, Arab Saudi.

Pada masa Rasulullah SAW dan kaum Muhajirin berada di Madinah, Beliau melarang pengikutnya pergi ke rumah-rumah judi. Hal ini membuat Bani Nadhir semakin tidak senang dengan kaum Muslimin. Ketidaksenangan ini ditunjukkan dengan seorang hartawan Bani Nadhir melarang kaum Muslimin mengambil air dari sumur miliknya.
Sedangkan satu-satunya sumber air yang bisa diandalkan saat itu adalah sumur Raumah.

Air sumur ini selanjutnya diperjualbelikan oleh sang Pemilik. Harga segelas air menjadi sangat mahal.
Masyarakat pun tidak mudah mendapatkan air bersih, baik untuk minum maupun berwudhu.

Rasulullah SAW pun menganjurkan para sahabatnya yang memiliki harta untuk membeli sumur tersebut. Utsman bin Affan-lah yang menyambut seruan tersebut.

Beliau mendatangi rumah pemilik sumur dan menawarnya dengan harga yang tinggi.
Namun sang pemilik tak ingin menjual sumurnya. Utsman RA tetap berteguh hati dan kembali menawar sumur itu dengan harga yang lebih tinggi.

Hingga akhirnya, Utsman RA menawarkan jalan keluar kepada pemilik sumur dengan cara membeli setengah dari sumur itu. Mendengar tawaran itu pemilik langsung menerimanya dengan anggapan dirinya akan mendapat untung dua kali lipat.

Kesepakatan tersebut dilakukan dengan aturan kepemilikan sumur secara bergantian. Satu hari dimiliki Utsman RA dan satu hari dimiliki oleh Bani Nadhir.

Saat tiba gilirannya, Utsman RA meminta kepada seluruh penduduk Madinah untuk mengambil air secara gratis dari sumur dan mengambilnya dengan ukuran banyak agar cukup untuk persediaan dua hari. Karena keesokan harinya sumur tersebut akan berganti pemilik.

Esok harinya, sumur tersebut sepi tanpa pembeli karena penduduk masih memiliki cadangan air. Akibat kondisi ini, pemilik sumur mendatangi Utsman RA dan memintanya untuk membeli separuh lagi sumur miliknya. Akhirnya dibelilah separuh sumur tersebut.

Sumur Raumah pun menjadi milik Khalifah Utsman RA sepenuhnya. Setelah itu beliau mewakafkan Sumur Raumah untuk kepentingan para penduduk. Siapapun diperbolehkan mengambil air dari sumur itu termasuk pemilik lamanya, Bani Nadhir.

Seiring berjalannya waktu, area di sekitar sumur banyak ditumbuhi pohon kurma yang terus bertambah jumlahnya. Saat ini diperkirakan ada sekitar 1.550 pohon kurma di sana.

Pohon-pohon kurma itu kini dikelola oleh Departemen Pertanian Arab Saudi. Kurma-kurma yang dihasilkan dijual oleh Departemen Pertanian ke pasar-pasar dan setengah hasil penjualan kurma diberikan kepada anak-anak yatim dan fakir miskin.

Uniknya, setengah pendapatan lagi disimpan pemerintah Saudi pada salah satu bank dengan rekening atas nama Utsman bin Affan, di bawah pengawasan Departemen Pertanian.

Beginilah adik-adik yang Disayang ALLAH, kegemaran Utsman bin Affan RA yang suka menolong menjadikan Utsman RA memiliki banyak sahabat dan Beliau bisa memberikan manfaat yang terus-menerus bagi banyak orang, bahkan setelah Beliau wafat.

Dengan suka menolong, kita bukan sekedar mendapatkan hasil dari menolong. Tapi dengan suka menolong dan memberi manfaat kepada banyak orang, kita akan bisa semakin mendekatkan diri dengan Ridho ALLAH SWT. Dan Senangnya ALLAH itu lah, jalan menuju Surga-Nya

#30DEM
#30dayemakmendongeng
#day5
#arrayyanagency
#pejuangpropertisyariah
#muhammadateladanku
#mute

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.