Dongeng Anak

Kisah Bani Hasyim di Pengasingan

Bani Hasyim adalah salah satu suku terhormat di antara suku-suku yang ada. Qushai bin Kilab adalah nenek moyang mereka yang bertugas sebagai penjaga Ka’bah. Rasulullah SAW merupakan bagian dari Bani Hasyim.

Disaat Rasulullah SAW diperintahkan berdakwah terang-terangan. Semakin bertambah pula pengikut Rasulullah SAW. Keadaan ini membuat khawatir pemuka Quraisy.

Mereka lalu mengadakan pertemuan dan mengambil keputusan untuk melakukan pemboikotan terhadap Bani Hasyim dan Bani Muthalib dengan jalan memutuskan segala perhubungan yaitu hubungan perkawinan, jual beli, ziarah dan lain-lain, keputusan meraka itu ditulis di atas kertas dan di gantungkan di dinding Ka”bah.

Rasulullah SAW, bani Hasyim dan kaum Muslimin lainnya diasingkan ke Syi’ib milik Abu Thalib. Tempat itu dikelilingi dinding batu tinggi yang tidak dapat dipanjat. Pintu masuknya berupa celah sempit yang hanya dapat dimasuki unta dengan susah payah.

Pengasingan ini berjalan selama tiga tahun. Hanya pada musim haji saja Rasulullah SAW dan pengikutnya bebas berdakwah keluar Syi’ib. Namun, tetap saja Beliau kerap kali dihina oleh Abu Lahab.

Meski ramai peziarah yang datang untuk berhaji. Rasulullah SAW dan keluarganya tidak dapat membeli makanan. Hal ini membuat terpaksa harus memakan daun- daunan dan kulit-kulit pohon yang tipis. Anak-anak menangis karena lapar. Orang dewasa mengganjal perutnya dengan batu agar tidak masuk angin.

Sebagian orang Quraisy merasa kasihan dengan keluarga Bani Hasyim tersebut. Dan berusaha untuk menolong.

Namun, Abu Jahal selalu menghalangi orang-orang yang ingin membawakan makanan ke Syi’ib.

Meski kelaparan dan tangisan anak-anak yang sering terjadi setiap malam. Tidak lantas membuat, Bani Hasyim mau menyerahkan Rasulullah SAW ke pemuka Quraisy. Mereka ikhlas untuk melindungi Rasulullah SAW, apapun keadaannya.

Begitu pula dengan Bunda Khadijah. Beliau adalah keturunan bangsawan dan memiliki harta yang cukup banyak. Namun, Beliau memutuskan untuk mengikuti Rasulullah SAW dan ikut tinggal dipengasingan yang sempit.
Harta beliau pun habis untuk membeli air dan makanan selama masa pengasingan.

Setiap memperoleh makanan, Bunda Khadijah membagikan terlebih dahulu kepada anak-anak, lalu orang dewasa.

Dengan ketegaran dan ketenangan Bunda Khadijah, orang-orang di Syi’ib menjadi ikut merasa tenang dan kuat menghadapi kondisi yang cukup berat ini.

Tahun pun berlalu, beberapa orang mulai merasa iba dengan kondisi Bani Hasyim. Karena ada keluarga mereka juga disana.
Zuhair dan beberapa orang lagi sepakat untuk merobek piagam itu.
Namun, Abu Jahal sangat menentang. Dan tentu saja bertahan untuk tidak mau melepaskan Bani Hasyim.

Lalu datanglah Abu Thalib dan menyampaikan pesan dari Rasulullah SAW bahwa ALLAH SWT telah mengutus rayap untuk merobek piagam tersebut.

Dan betullah apa yang disampaikan oleh Abu Thalib. Ketika mereka telah berkumpul di Ka’bah, terlihat jelas piagam itu sebagian telah dimakan oleh Rayap dan menyisakan tulisan Bismika Allahumma (Dengan Nama-Mu ya ALLAH)

Adik-adik yang salih salihah, belajarlah untuk senantiasa Ikhlas dalam segala kondisi meski sepertinya tidak tahu kapan ujung keikhlasan itu akan bermuara. Tapi yakinlah bahwa Ikhlas akan bermuara pada pertolongan ALLAH, diwaktu yang paling indah.

#30DEM
#30dayemakmendongeng
#day9
#MuhammadTeladanku
#mute
#arrayyanagency
#pejuangpropertisyariah

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.