Dongeng Anak

Kisah Kakak Kesayangan Fatimah Binti Khattab, Umar Bin Khattab

Alkisah  Umar bin Khattab berangkat dengan perasaan tidak senang untuk menemui Rasulullah SAW. Ini disebabkan karena Umar sangat tidak menyukai ajaran baru yang dibawa oleh Muhammad. Di tengah jalan, ia bertemu dengan seorang lelaki dari golongan bani Zahrah, “Hendak kemana engkau, wahai Umar” tanya lelaki tersebut. Lalu Umar menyatakan bahwa ia tidak senang dengan Muhammad bin Abdullah dan ingin melukainya. Mendengar jawaban Umar, lelaki tersebut memperingatkan Umar, bahwa bani Hasyim dan bani Zahrah akan membalas Umar jika terjadi sesuatu hal yang tidak baik terhadap Muhammad akibat perilaku Umar. Lalu lelaki itu mengalihkan pembicaraan, “Daripada engkau ke tempat Muhammad, harusnya engkau sudah tahu ada hal lain yang lebih luar biasa yang telah terjadi”.

Lalu Umar menjadi penasaran tentang masalah luar biasa menakjubkan yang membuat dia akhirnya karena saking penasarannya mendesak lelaki dari bani Zahrah yang ditemuinya tersebut untuk bercerita. Lantas lelaki bani Zahrah tersebut menjawab,

“Wahai Umar! Sebaiknya engkau pergi saja menemui saudara perempuanmu dan suaminya. Karena sesungguhnya mereka berdua telah meninggalkan Agama nenek moyangnya, dan beriman kepada ajaran baru  yang dibawa Muhammad yaitu orang yang hendak kau datangi itu!”

Umar Bin Khattab sangat kaget mendengar berita itu, dengan segera Umar mengubah tujuan, pergi ke rumah saudara perempuannya dengan penuh kemarahan. Dan begitu Umar telah sampai ke rumah Fatimah (saudara perempuan yang sangat disayanginya tersebut), ternyata disana ada Khabab bin Al Arat (guru mengaji Fatimah adik Umar). Dan mengetahui Umar bin Khattab datang, maka Khabab langsung bersembunyi. Lalu Umar menanyakan suara yang tadi sempat di dengarnya dari luar pintu. Melihat kakaknya yang sedang kalap maka Fatimah binti Khattab segera mengambil lembaran yang berisi ayat-ayat Al-Qur’an, dan segera menyembunyikan ke dalam sakunya. Lalu Fatimah dan Sa’ad bin Zaid (Suaminya) bertanya kepada Umar Bin Khattab,

“Ya Umar, adakah engkau mendengar sesuatu?”

Jawab Umar, “Demi Tuhan aku telah mendengar kabar, bahwa kamu berdua telah mengikuti ajaran Agama Muhammad…!!!”

Lantas Umar bin Khattab mendaratkan tangannya dengan keras ke Sa’ad bin Zaid, adik iparnya. Melihat itu Fatimah segera berdiri menghalangi, tetapi ia terkena tangan juga oleh Umar, hingga terluka mukanya. Dan secara spontan Fatimah dan Sa’ad menyampaikan pernyataan di hadapan Umar, bahwa mereka berdua telah masuk Islam dan beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Dan dengan pasrah mereka mempersilahkan Umar bin Khattab untuk berbuat apa saja terhadap diri mereka…Subhanallah…

Fatimah adalah adik kesayangan Umar bin Khattab dan begitu melihat wajah adik yang sangat dikasihinya itu terluka, Umar menjadi sangat menyesal, karena dia telah membuat adik perempuan yang sangat dikasihinya dan dijaganya selama ini justru terluka di tangannya sendiri, lalu Umar bin Khattab berkata kepada mereka, “Berikan kepadaku lembaran yang kalian baca tadi…! agar aku dapat melihat apa yang dibawa Muhammad hingga adikku ini mengikutinya…”

Jawab Fatimah binti Khattab, “Kami takut engkau akan bersikap kasar terhadapnya (Muhammad SAW)…”

Lalu Umar bin Khattab berkata, “Sungguh!… Janganlah kau takut dan khawatir adikku…aku tidak akan berbuat sesuatu terhadapnya (Muhammad SAW)…”

Dan Umar pun kemudian bersumpah dengan menyebut nama-nama berhalanya, bahwa ia juga akan mengembalikan tulisan tersebut setelah dibaca…

Setelah Umar bin Khattab mengucapkan sumpah atas nama berhala, timbullah keinginan dalam hati Fatimah bin Khattab, agar kakaknya masuk Islam. Lalu ia berkata,

“Wahai saudaraku…sesungguhnya engkau najis karena kesyirikanmu, sedang lembaran ini tidak boleh di sentuh kecuali oleh orang-orang yang suci. Karena itu mandilah terlebih dahulu sebelum engkau menyentuh lembaran ini…!”

Kemudian Umar bin Khattab memenuhi apa yang menjadi perintah adiknya. Ia langsung mandi. Dan setelah selesai mandi, lalu Fatimah memberikan “Shahifah” (lembaran) itu kepada Umar bin Khattab. Dan ternyata dalam lembaran itu terdapat tulisan Al-Qur’an :

“Thaha…Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah, tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut kepada Allah, Yakni diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi. Yakni Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas Arsy. Kepunyaan-Nyalah semua yang ada di langit, semua yang ada di bumi, semua yang ada di antara keduanya, dan semua yang ada di bawah tanah. Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi. Dia-lah Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia. Dia mempunyai A-Asma’ul Husna (nama-nama yang baik).” (QS. Thaha : 1-8).

Dan setelah selesai membaca teks ayat-ayat Al-Qur’an yang berada dalam lembaran yang diberikan Fatimah adiknya, lalu Umar bin Khattab berkata, “Alangkah indah dan mulianya Kalam ini…!”

Mendengar pernyataan Umar bin Khattab bahwa lembaran yang dibaca berisikan sesuatu yang indah lagi mulia, maka Khabab bin Al-Arat yang sedang bersembunyi tadi segera keluar dari persembunyiannya. Ia tadi bersembunyi karena takut oleh Umar bin Khattab yang terkenal pemarah itu. Lalu Khabab berkata,

“Ya Umar…! Demi Allah, sungguh…! Aku sangat mengharapkan engkau menjadi orang yang diistimewakan Allah SWT lantaran do’a Rasulullah SAW…Sebab kemarin aku telah mendengar beliau berdo’a : “Allahumma ayyidil islama bi-abil hakam ibni Hisyam au bi’Umar ibnil Khattab = Ya Allah, perkuatlah Islam dengan Abil Hakam bin Hisyam (Abu Jahal), atau dengan Umar bin Khattab.”

Karena itu…bertaqwalah kamu kepada Allah, wahai Umar…!”

Setelah mendengar penuturan Khabab, lalu Umar berkata, “Wahai Khabab…! tunjukkanlah kepadaku dimana Muhammad berada. Aku akan masuk Islam.”

Jawab Khabab, “Beliau sedang berada di sebuah rumah di dekat Shafa’ bersama beberapa orang sahabat.”

Umar lalu menyarungkan pedangnya, pergi menemui Rasulullah. Setelah sampai ke tempat yang dituju, Umar bin Khattab segera mengetuk pintu, berdirilah seorang sahabat, mengintip dari celah-celah pintu…Dan…ternyata yang berdiri diluar adalah Umar bin Khattab yang menyandang pedang. Melihat hal ini sahabat langsung kembali menghadap Rasulullah SAW dengan perasaan takut, seraya berkata,

“Ya Rasulullah…yang ada di luar adalah Umar bin Khattab. Ia menyandang pedang…”

Mendengar hal itu, maka Hamzah bin Abdul Muthalib berkata,

“Persilahkan ia masuk…! Bila ia bermaksud baik, maka kita sambut dia dengan baik. Dan bila ia bermaksud jahat, maka kita bunuh ia dengan pedangnya sendiri.”

Lantas Rasulullah SAW bersabda, “Izinkan Umar masuk…!”

Setelah Rasulullah SAW memberikan izin, Umar bin Khattab segera dipersilahkan masuk, dan beliau menemui Umar di beranda. Lalu Rasul memegang tali celana atau selendang , kemudian mengikat erat-erat, seraya bersabda,

“Wahai putera Al-Khattab, apakah yang mengantarkan dirimu datang kemari…?

Jawab Umar bin Khattab, ” Ya Rasulullah…! Aku datang untuk beriman kepada Allah dan rasul-Nya, serta semua ajaran yang datang dari sisi-Nya (Allah SWT).”

Dan manakala mendengar jawaban Umar bin Khattab ini, Rasulullah SAW langsung bertakbir, hingga seluruh penghuni rumah itu (para sahabat) mengetahui, bahwa Umar bin Khattab akhirnya telah masuk Islam. Kemudian lah berpencarlah para sahabat untuk berdakwah secara terang-terangan dan mereka merasa bangga setelah Hamzah dan Umar masuk Islam…

Meraka tahu, bahwa kedua orang ini akan menjadi pembela serta pelindung Rasulullah SAW dari gangguan dan serangan musuh…Subhanallah…

Dan…itulah kisah masuk Islamnya sang singa padang pasir “Umar bin Khattab”. Ia tergugah hatinya lantaran membaca Kalam Ilahi, berkat bimbingan dan kecerdasan adik kandungnya Fatimah binti Khattab. Maka kekerasan hati dan ketegaran jiwanya dalam mempertahankan kekufuran, akhirnya luluh…Dan sang singa padang pasir itu tidak malu-malu berlutut di hadapan Rasulullah SAW, menyatakan keislamannya….Subhanallah…

Dan kalau dulu pedangnya selalu digunakan untuk menakuti pendukung-pendukung Muhammad bin Abdullah, maka kini pedang itu digunakan untuk membela dakwah Islam. Dan oleh karena itu Umar bin Khattab mendapat gelar “Al-Faruq”. Pemisah yang haq dan yang batil…Subhanallah…

Fatimah binti Khattab adik perempuan kesayangan Umar bin Khattab, termasuk wanita yang di karuniai usia panjang. Ia masih berkesempatan menyaksikan kakak kandungnya menjadi khalifah, menggantikan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Dan menurut Ibnul Jauzi, Fatimah binti Khattab ini termasuk wanita yang mulia, yang ambil bagian dalam meriwayatkan hadits Nabi SAW.

Demikianlah sekilas kisah perjuangan Fatimah binti Khattab dalam ikut serta mengembangkan dakwah Islam. Ia telah berhasil meluluhkan hati sang singa padang pasir (kakak kandungnya) yang keras bagai batu karang, yang atas bimbingannya kemudian menyatakan masuk Islam. Fatimah sebagai “Wanita Mulia”, pernah berkata,

“Sungguh dibalik setiap yang mulia, ada wanita mulia.” (demikian keterangan dalam kitab : Sirah Ibnu Hisayam, Al-Mujtana karya Ibnul Jauzi, Thabaqat Ibnu Sa’ad, As-Shawaiqul Muharriqah karya Ibnu Hajar, Al-Ishabah karya Ibnul Hajar, Al-Isti’ab karya Ibnu Abdil-Bar, dan Al-Mustadrak karya Al-Hakim).

Rewrite from Persaudaraan Muslim Indonesia to soft words for kids.

#30DEM

#30dayemakmendongeng

#day15

#umarbinkhattab

#saudara

#ukhuwah

#arrayyanagency

#pejuangpropertisyariah